Weekend kemarin, kami memutuskan untuk traveling kuliner seperti yang biasa-biasanya sering kami lakukan.Saya bilang pada Awa, “Hari ini kita hunting makanannya di alun-alun yuk, kayaknya banyak makanan yang unik deh”.Awa langsung mengiyakan karena hampir seharian penuh kami membicarakan mengenai persiapan ujian prelim S3 Awa seminggu ini.Perut yang sangat keroncongan karena tidak sempat sarapan ditambah melewati waktu makan siang yang begitu hectic, benar-benarmembuat kami keroncongan….
Sesampai di alun-alun, kami jadi bingung memilih, saking bervariasinya kedai makanan.Saya saran pada Awa untuk makan soto babat saja.Awa yang suka ikan-ikanan lebih memilih pecel lele dibanding soto…hehehehe (pantes otak Awa jenius.. J).Sebetulnya tiada yang unik dari makanan yang kami nikmati sore itu.Hanya semangkuk soto babat, pecel lele, tahu, tempe, dua piring nasi dan lalab.Namun, yang membuat kami akhirnya sepakat untuk mengatakan “unik” adalah penjual soto babat dan pecel lele itu.Kenapa coba?Mereka adalah sepasang suami istri yang berjualan berdua, ditemani anaknya yang masih kecil.Wah, kami berdua sempat salut melihat kerjasama yang mereka bina.Malah Awa bilang, ada juga beberapa penjual makanan di daerahnya yang memang dikelola hanya dengan dua tenaga/suami-istri.
Pelajaran itu begitu berharga bagi kami melihat mereka yang tetap mesra melayani para pengunjung soto babat dan pecel lele.Awa saja setuju dengan komentar saya.Soto babat nya juga enak, kaldunya sangat terasa.Babat yang diiris kecil-kecil juga lembut dan tidak terlalu kenyal.Awa saja makan pecel lelenya lahap.Apa mungkin karena kita lapar ya miu-miu kitty….hehehehe….
Satu hal yang pasti, kami berdua menyepakati bahwa rasa saling menyayangi dengan ketulusan hati sepenuhnya dan menerima kekurangan pasangan sebagai suatu anugerah untuk saling mengisi satu sama lain, adalah cinta yang sesungguhnya.
Posted in curhat | 1 Comment »

