Feed on
Posts
comments
Indahnya Shalat Magrib Berjamaah di Rumahmu Yang Damai
Jikustik ‘1000 tahun’
Bila
Kau sanggup untuk melupakan dia
Biarkan aku hadir dan menata
Ruang hati yang telah tertutup lama

Jika
Kau masih ragu
Untuk menerima
Biarkan hati
Kecilmu bicara
Karena kutahu kan datang saatnya

Kau jadi bagian hidupku
Kau jadi bagian hidupku

Takkan pernah berhenti
Untuk selalu percaya
Walau harus menunggu
Seribu tahun lamanya

Biarkanlah terjadi
Wajar apa adanya
Walau harus menunggu
Seribu tahun lamanya
Jika kau masih ragu
Untuk menerima
Biarkan hati
Kecilmu berbicara
Karena kutahu
Kan datang saatnya

Selama apapun itu
Aku kan setia menunggu

Album: Afgan - Bukan Cinta Biasa

Kali ini kusadari
Aku telah jatuh cinta
Dari hatiku terdalam
Sungguh aku cinta padamu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memiliki
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku

Terimalah pengakuanku
Percayalah kepadaku
Semua ini kulakukan
Karena kamu memang untukku

Cinta ku bukan cinta biasa
Jika kamu yang menemani
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku
Terimalah pengakuanku

Tahun kedua ini, fakultas dipercaya untuk menerima mahasiswa asing yang akan mempelajari bahasa indonesia, bahasa nasional masyarakat Indonesia.Kami menyebutnya BIPA alias Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing.Bila tahun kemarin kami mengajar mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari Turki dan Turkmeniztan, tahun ini kebagian dari negara Somalia.Walau berasal dari dari sphere Afrika, mahasiswa-mahasiswa Somalia ini bahasa Inggris nya lancar.Malah dua dari ketiga mahasiswa ini pernah tinggal lama di negara Inggris dan Italia. Menurut mereka, negara Somalia yang dulu pernah dijajah Italia itu, memberikan pencerahan bagi pembangunan disana. Itu kata mereka lho ya..

Alhamdulilah-nya, mahasiswa-mahasiswa Somalia yang bernama Alqaa, Waraleh dan Camdan adalah penganut agama Islam, rahmatan lil alamin.Jadi lebih mudah bagi kami para pengajar BIPA untuk mengenalkan kebudayaan Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, walau tidak secara spesifik ya..Tata krama mereka, saya pikir cukup sesuai dengan alam Indonesia.Mereka cepat sekali beradaptasi dengan lingkungan sekitar.Apalagi mengenai makanan, saya jadi suka barter resep menu makanan..hehehehe.Lalu saya praktekin di dapur rumah.Misalnya saja kue ‘Dorscho’ yang nikmat bila ditemani teh atau kopi ala Somalia.Cara pembuatannya simpel banget.Biasanya mereka buat kue ‘Dorscho’ untuk sarapan pagi.

Hanya, yang membuat saya agak ngerasa unik ketika mengajar di kelas itu ya dari warna kulitnya.Saya jadi inget sama seorang temen dari Jurusan Teknik Informatika yang dulu suka saya panggil ‘Usher’.Tapi kulitnya lebih hitam dari ‘Usher’ lho.Wah, saya sampai ngebandingin warna tangan saya dengan tangan mereka saat perkenalan awal dengan mereka.Lhe, mereka malah ketawa dan mengatakan begini, “Ya, saya kulit hitam dan anda kuli putih”..Walah, kulit kayak saya gini mah bukan putih, tapi kulit sawo matang nan manis..hehehe.

Oke deh, selamat datang dan selamat menuntut ilmu di negara Indonesia untuk kalian bertiga ya….

Lagu yang Manizz lho..

Album : Vidi Aldiano - Pelangi di Malam Hari

Oh, tiada yang hebat dan mempesona
Ketika kau lewat di hadapanku
Biasa saja…

Waktu perkenalan terjalin sudah
Ada yang menarik pancaran diri
Terus mengganggu

Mendengar cerita sehari-hari
Yang wajar tapi tetap mengasyikkan
Oh, tiada kejutan pesona diri

Pertama kujabat jemari tanganmu
Biasa saja…
Masa perkenalan lewatlah sudah
Ada yang menarik bayang-bayangmu
Tak mau pergi
Dirimu nuansa-nuansa ilham
Hamparan laut tiada bertepi

Reff :
Kini terasa sungguh
Semakin engkau jauh
Semakin terasa dekat
Akan ku kembangkan
Kasih yang kau tanam
Di dalam hatiku
Menatap nuansa-nuansa bening
Tulusnya doa bercinta

der Februar, 2009

Gelegar warna dalam benak jiwa, membuat segala angan begitu ceria.Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu….semua menyatu layaknya pelangi di langit nan biru.Merekah senyummu melihatku menari-nari sendiri di tengah hamparan hijau rerumputan itu.Kau tak mau ikut serta bersamaku meliuk-liukan badan disertai iringan senandung alam.Sepertinya kau lebih memilih untuk menikmati ombak rambut hitamku yang diterbangkan angin sepoi-sepoi dalam tarian sederhana ini.Wagai gadis, aku mengagumi… Sangat!”, teriak kau yang tengah duduk di bawah pohon rindang.Aku tak menggubrisnya, sebab asyik menikmati nyanyian-nyanyian burung sebagai aubade kreasi Tuhan yang indah.Sembari menghabiskan masa penjajakan cinta kita menuju gaung pelaminan.

Bulan yang menggantung indahnya di Pantai Sanur, bukti tersematkannya janji sehidup semati.Mengucap sumpah setia bermaharkan musama tadi pagi.Sekarang, cuma kau dan aku…duduk berdua menghadap tirai alam berbalut alunan tenangnya suasana malam.Putih pasir sedikit terusik karena sepasang siput-siput kecil pencari rumah baru, beriringan melewati kaki telanjang kita.Membuka topik obrolan tentang makhluk-makhluk liliput cantik.Puas dahaga kita membicarakan romantika siput, tiba-tiba kau raih gitar disampingku.Kau senandungkan sebuah lagu berjudul Unchained Melody lewat petikan gitar manismu..Ooh my love, my darling.I’ve hungered for your touch alone lonely times.And time goes by, so slowly and time can do so much.Are you still my miiiiiiine?.”Saya pun jadi ikut larut bernyanyi ,I need your love, I need your love.God speed your love to meeee.” Dan akhirnya suara kita berpadu dalam satu alunan nada, Lonely rivers flow to the sea. To the open arms to the sea.Lonely rivers side wait for me..i’ll be coming home wait for me.”Semakin saja menyahdukan malam pertama pernikahan aku dan kau di Pulau Bali.–The End – - Tamat -

Well, saya iseng-iseng aja sih ngebuat parafrase khayalan saat-saat pacaran sepasang kekasih di tengah pesawahan, sampai akhirnya mereka bulan maduan di pantai sanur.Iseng karena pas nerima kartu undangan dari temen-temen yang pada mau nikahan bulan februari ini aja, jadi terispirasi nulis kayak gituan.Wuah, nikahan pas bulan penuh kasih sayang berarti pas valentine juga ya.

Iye pokoknya menjelang bulan februari, bawaannya pengen nulis yang romantis-romantis. Februari bagi sebagian orang bisa jadi bulan penuh cinta.Buktinya, numpuk juga undangan yang ngadain nikahan di bulan ini.Bahagia juga dengernya mereka akhirnya akan memasuki bahtera rumah tangga.Cuma betenya saya, kalo ke undangan tuh terkadang suka ditanya-tanyain mulu. Dulu sewaktu menghadiri resepsi nikahan temen kuliah juga, segudang pertanyaan pasti terlontar seputar bla..bla..bla..bla.Saya jabarin aja deh percakapannya,;

Lucy kapan niy nyusul kayak kita-kita?’,Tanya beberapa temen yang sudah pada merit.

Doakan saja’,Jawab saya seadanya.

Siapa calonnya, orang mana? Kerja dimana?’,Tanya mereka lagi kayak kereta api.

Doakan saja’,Jawab saya sembari senyum-senyum.

Lho cy, kok gak nyambung sih’, Tanya seorang teman yang sedang hamil 5 bulan.

Hehehe doakan saja pokoknya ‘.Jawab saya masih tersenyum and bikin heran semua.

Yup, jawaban kayak gitu pasti jadi andalan utama,“Doakan saja” walau memang gak nyambung dengan konteks pertanyaan mereka.der Ulke..Ja, ich tune mir lache.Bila memang saya masih belum merasa sreg secara intusi dengan seorang lelaki, mau dibagaimanakan lagi.Gak adil kan kalo cinta terpaksa untuk menyenangkan sebelah pihak atau bertepuk sebelah tangan.Teman saya sempat berkomentar begini;

Kamu tuh tipe pemilih kali cy?’,Kata temen yang anak bayinya dah setahun.

Ah kalau saya tipe pemilih, saya udah bikin kategorisasi cowok kalee’, Canda saya padanya.

Milih cowok sama kayak milih baju, kudu selektif ’, Temen lain yang lajang menambahkan.

Aduuh srasa ada yang ngdukung’,Saya tertawa geli.

Yoi lah cy, zaman sekarang gitu.Secara, lebih enak zomblo tau!’,Kata dia lagi sok bhs gaul.

Bibit bebet bobot cy pasti pake, tapi punten ya kalo jomblo trus mahKata saya padanya.

Kamu tetep aja terpesona sama cowok yang suka pake piyama ntu ya kan?Tebak dia.

Hahahaha Mbak Hon bisa saja..’,Saya geleng-geleng kepala sambil tertawa kecil.

Pokoknya debat saya dengan Mbak Hon gak ada abisnya kalo sudah diskusi tentang jadi single selamanya atau memutuskan untuk menikah.Maklum, dia seorang aktivis wanita yang berkiblat feminis barat.Dunia politik mungkin..ini mungkin lho, membuat dia memandang berbeda.Walau gak semua aktivis cewek kayak gitu kan?Entah motif apa yang membuat dia terlintas berfikir untuk memilih menjadi lajang saja.

Menikah, melahirkan, mengurus anak juga suami tokh sudah jadi kodratnya wanita.Urusan domestik mau gak mau tetep jadi tugas wanita juga, namun tetap tak ada salahnya bila wanita itu juga ingin mengembangkan potensi yang dimiliki dalam dunia profesi.Asalkan dia bisa menyeimbangkan dunia kerja and rumah.Banyak contoh wanita-wanita sukses dalam dunia karir dan profesi, satu contoh Miranda Goeltom misalnya.Jadi bukannya malah memilih untuk tidak menikah dan mendedikasikan diri bersaing mencari keseteraan derajat dengan lelaki.

Sebab, lelaki tetap saja akan menjadi imam bagi wanita.Sori banget ya Mbak Hon, saya tetep gak setuju ah dengan pendapatmu.Bila suatu saat nanti Tuhan akhirnya mempertemukan saya dengan lelaki tepat pilihan-Nya dan kami melangsungkan pernikahan sakral, saya juga bakalan nanya padamu, ‘Kapan nyusul merit kayak saya, Mbak?’

Mbak hon, entschuldigen Sie yach! =>

Seorang teman baik kemarin berbagi lagu We Will Not Go Down (Song for Gaza) melalui MP3.

Liriknya begitu menyentuh hati tetapi sangat menusuk nurani manusia setiap yang mendengarnya. Bulu kuduk saya saja berdiri, sedikit menitikan air mata menjelajahi lirik mengenai deskripsi brutalnya Israel menggempur Gaza. Invasi massive Israel meluluhlantahkan warga Gaza secara fisik, psikologis, mortal, dsb terus menerus meluluhlantahkan Gaza. Namun jiwa patriotisme, serta rasa nasionalisme Gaza tak pernah surut untuk tetap bangkit mempertahankan tanah airnya.. Untunglah, gencatan senjata telah dilakukan. Saya juga mau berbagi liriknya ah..

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)

by Michael Heart


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Mana Etikamu!

Di suatu hari yang cerah, saya tidak sempat sarapan karena telat bangun tidur. Sampai saya melakukan shalat shubuh sekitar pukul 6 kurang.Eitts, tapi saya punya alasan kenapa saya bisa bangun begitu telat lho! Karena Selasa malamnya itu, tanggal 20 Jan, saya bela-belain bergadang untuk menyaksikan pelantikan presiden Barack Husein Obama di Capiton Hill. Eh malangnya, saya jadi bangun kesiangan. Padahal perkuliahan di mulai jam delapan pagi dan saya kebagian untuk melakukan presentasi di kuliahnya Bu Lili.

Jadi, sepanjang waktu itu saya tahan rasa lapar.Cacing-caning terus-terusan saja berkomat-kamit meneriakkan demo, “Perhatikanlah kami, rakyat cacing. Dapur kami harus ngebul terus, jadi kucurkanlah dana berupa pangan. Minimal roti bakar atau gorengan cendana”..Walah, kok jadi diperbuas ya statement demonstrasinya..

Namun, bukan itu alasan kenapa saya tuliskan uneg-uneg saya di blog ini. Setelah perkuliahan selesai, saya langsung tancap gas ke cafe cisangkuy. Dalam angan nikmatin sate plus yoghyurt pasti bakalan nenangin teriakan-teriakan konyol di perut saya itu. Dan memang benar.Mereka langsung berhenti demo. Dasar cacing……..

Ketika sedang asyik menikmati nikmatnya sate berbalur saus kacang, seorang pemuda seenaknya saja meroko di samping kursi sebelah saya. Jujur, saya gak suka bangetlelaki perokok.Tak sayang sama jantungnya gitu?

Akhirnya saya jadi ingin menghubungkan apa yang pernah Plato selalu katakan dalam dialog-dialognya mengenai kebenaran. Memang semua tulisan Plato yang merupakan murid dari Socrates berupa dialog.Namun, metodedialog yang digunakan Plato untuk menyampaikan kebenaran (truth) dalam budaya posmodern saat ini cenderung disalahartikan.Berarti nyangkutnya ke budaya posmodern yang diawali dengan konsep adanya suatu wilayah yang tidak lagi dibatasi oleh hal apapun, telah menembus sistem informasi, komunikasi yang mendobrak dinding geografis, budaya dan politik. Ceileh panjang banget definisnya.Kalau istilahnya Pak Elvinaro, “seakan-akan ilmiah”.. hehehehehe…Enggak ini cuma curhatan aja kok.

Mungkin nih ya, pemuda SMA itu merokok di tempat umum dikarenakan aplikasi yang terjadi pada suguhan acara media tayang televisi yang menawarkan berbagai hal tanpa mencermati subjek, hierarki sosial ataupun budaya masyarakat.Tayangan tersebut sudah jelas dapat mudah dilihat, misalnya pada iklan-iklan rokok.Nah itu yang pemuda SMA adopsi.Padahal iklan tersebut ditonton oleh anak atau remaja yang belum memiliki filter yang kuat.Dialog yang terjadi antara para aktor/artis iklan telah memberikan pesan bahwa merokok itu sangatlah wajar.

Tak mudah untuk melakukan hal tersebut karena media cenderung berpikir tayangan inilah yang publik inginkan.Akhirnya publik lah yang menetukan standar perilaku etika mereka.Seharusnya, menurut Plato, medialah yang menetukan tayangan-tayangan beretika yang memperlihatkan kesederhanaan hidup, keberanian melawan penidasan, respek terhadap sesama, kebijaksanaan, dan keadilan.

Kalau kata Plato manusia sebenarnya terus mencari kebenaran karena ia memiliki kekuatan cinta yang dimanifestasikan melalui Sang baik/good, justru karena ia baik.Ohya saya lupa jelaskan apa itu sang baik.Sang baik adalah kekuatan cinta manusia yang paling dirindu oleh idea-idea (realitas yang bersifat rohani).Manusia akan mendapatkan kebahagiaannya melalui sifat baik/virtue. Manusia memang selalu tertarik oleh sesuatu yang baik.Idea sang baik/good dengan sendirinya adalah dasar dari sifat baik/virtue.Sang baik dengan sendirinya menarik manusia seluruhnya untuk melakukan sifat baik.Makin manusia mendekatinya, makin manusia tertarik.

]        Herannya, pemuda perokok itu kok gak tertarik untuk mematikan rokoknya ya? Padahal saya sudah menutup hidung saya sebagai tanda karena saya sangat terganggu dengan kepulan asap rokoknya. Malah sampai batuk-batuk gitu kayak orang kena asma.(Itu mah sengaja saya akting dikit supaya dia nyadar)Eh, gak nyadar-nyadar juga. Ah, gak tahu deh….

Januar, 2009

Ich verlangen nach dich. Aber er mehr beschamt der sprechen.. Das ist schwierig der sprechen zu mir? Du bist die man in meine leben. Ich glaube auf liebe in die erst blick. Dies ist schon… Ich hoffe dich auch glaube. Sozusagen mir du sagt zu dass du lieb mir. Und du werdt meine gatte. Wir habe einfach haus und der sohn oder die tochter. Wir wollen glucklich. Die zeit antworten meine traum. Die Sicher! Ich wache dein bewerben um rechtzeitig.. Insyaallah….

Menarik untuk sedikit dibahas mengenai topic seorang teman di discussion board FB mengenai ‘mimpi;.  Kalau boleh saya kutip, ini kalimatnya: “KAMU BOLEH SAJA BERMIMPI… TAPI JANGAN HANYA SEKEDAR MIMPI… BANGUN DAN COBALAH UNTUK MENGGAPAINYA!!!”

Lalu saya menanggapinya atas permintaan beliau.  Saya setuju akan hal itu.  Memang manusia boleh bermimpi, asal bagaimana ia bisa melalui segala rintangan dengan ketegaran hati.  Sebab tanpa adanya impian, manusia itu statis. Dia mati tanpa adanya tujuan hidup. Cogito Ergo Sum, filosofis seorang manusia untuk mengaktualisasikan dirinya pada dunia. Maka bermimpilah.. Bermimpilah…  Layaknya pesan moral dalam Film Laskar Pelangi, “Kenapa kau tak berani bermimpi?”
Bukankah banyak penemuan ilmiah yang berasal dari mimpi! Seperti penemuan Lampu yang kelap kelipnya  kan menyemarakkan tahun baru 2009 nanti malam. Ya, esok hari semua penghuni bumi akan memasuki era penuh mimpi.   Semoga impian-impian itu adalah aspirasi mulia, untuk kemaslahatan bersama.
Satu mimpi subjektif saya sore ini beberapa jam menjelang tahun baru, akankah Palestina dan Iisrael damai suatu saat nanti?  Semoga..

Pengaptasian teori dari seorang pengajar senior yang saat ini tengah menjabat sebagai sekjur plus penulis kenamaan ternyata aplikabel juga, dengan pengadaan pemberian materi di luar kelas.Melalui saran-saran beliau, beberapa pengajar junior (termasuk saya) mencoba untuk menerapkannya di kelas masing-masing.

Sebetulnya tujuan awal saya pribadi hanya ingin meningkatkan daya kritis mahasiswa saja dalam menghadapi isu-isu hangat semisal global warming effect. Namun kenyataannya hal itu merambah pada hal personal.Jurang antara relasi dosen dan mahasiswa yang begitu kaku ketika melakukan sesi diskusi di kelas, langsung mencair ketika dalam perkuliahan yang diadakan di luar kelas.

Biasanya dengan sekat ruangan ditambah jejeran kursi-kursi, whiteboard dan slide projector membuat beberapa mahasiswa terkukung untuk bereksperasi sebebas-bebasnya.Sedangkan saat di luar kelas, mereka begitu terbuka mengeluarkan opini-opini pedas..Ya, pedas karena sekarang memang era reformasi yang menyerukan kebebebasan liberal untuk mengkritik apapun.Tentunya yang pantas dikritik, bukan hanya asbun atau asal kritik saja.Regulasinya cuma satu, yaitu semua hal yang dikritik harus berada pada tataran empiris dan teoretis.Kebetulan kami semua sepakat mengambil lokasi di Lembang dengan meminta ijin sebelumnya pada Mbak Cucu, koordinator Bosca.Mengingat penjagaan sekuritas disana cukup ketat, maka kami sengaja membatasi sampai setengah jam saja.But, it was cool….

Semula mahasiswa yang biasanya vakum, menjadi ikut aktif dalam diskusi tersebut.Dinding keras mulai didobrak dan saya bisa menyelami pemikiran mereka mengenai tema yang diusung ketika itu.Tapi kok malamnya ada seorang gadis mahasiswi yang kirim SMS buat curhat ya?Hahahaha…. kok jadi kebablasan..

Older Posts »