Kepemimpinan Yang Berinspirasi di Stadion Invesco
August 29, 2008 by lucysupratman
Pagi tadi saya menonton konvensi nasional Partai Demokrat yang ditayangkan Metro TV melalui VOA di Stadion Invesco, Denver (USA). Barrack Obama telah menerima pencalonan dirinya sebagai kandidat presiden dari Partai demokrat yang disaksikan oleh 75.000 pendukungnya. Tentunya setelah menyisihkan Hillary Clinton, senator dari New York. Pada ucapan terima kasih yang dia sampaikan di awal pidato, Hillary Clinton serta Mantan Presiden Bill Clinton, mendapatkan porsi penghargaan yang cukup baik. Saya sempat iseng menghitung, sampai berapa kali (mungkin belasan kali) Obama mengucapkan kata ‘thank you’ pada para pendukungnya, karena riuh rendah tepukan tangan yang berlangsung agak lama. Obama memulai pidatonya dengan mengatakan bahwa sumber aspirasi dirinya untuk menjadi presiden USA karena inspirasi serta filosofi yang pernah dia dapat dari nenek, kakek dan ibunya. Itu terbukti dari pernyataan-pernyataan altruisme Obama yang saya kutip, misalnya ‘The Election is Not for Me, but for You’. Ia juga memang orator yang handal, sehingga bisa menyemangati pendukungnya dengan mengatakan, ‘Change Comes because America Wants It’. Beragam isu yang Obama lontarkan, namun saya tidak sempat mencatat semuanya dengan sistematik. Semisal sistem pendidikan yang menyeleruh sampai tingkat perguruan tinggi bagi generasi muda tanpa mengenal diskriminasi, menghilangkan pajak 95% bagi kaum pekerja, peningkatan pelayanan kesehatan, pemindahan sumber energi pada energi ramah lingkungan (bio diesel), pemangkasan impor minyak ke timur tengah, dan masih banyak lagi. John McCain, senator dari Partai Republik sebagai oponen dari Obama, pada awalnya dieluk-elukan oleh Obama sebagai pahlawan yang ikut berperang di Vietnam. Namun setelah itu, Obama mengkritik McCain atas usungan-usungan janji yang akan dia jalankan (sebab terlalu Pro pada Bush) atas kelanjutan penginvasian ke Irak. Walau Obama pun memiliki sikap yang sangat egaliter terhadap pelegelan aborsi serta kebebasan bagi kaum homoseksual, namun ia berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan Bush atas kebijakan yang pernah diambil dulu. Terbukti dalam pidatonya, Obama memberikan pesan pada Mc Cain, ‘We Put Our Country First’ sambil menambahkan, ‘Intelectual and Moral strength are the Keys, as Kennedy said’. Istrinya, Michelle Obama dan kedua anak perempuannya terlihat begitu bersemangat mendukung ayahnya. Sedangkan Joe Biden, calon wakil presiden yang Obama pilih untuk mendampinginya, tampil begitu antusias di podium, setelah Obama selesai memberikan pidato. Bila pada akhirnya Obama terpilih menjadi Presiden USA, maka ia adalah satu-satunya presiden berkulit hitam dalam sejarah amerika serikat.