Munggahan, Tradisi Suku Sunda
September 2, 2008 by lucysupratman
Terdapat suatu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Sunda menjelang pelaksanaan bulan suci Ramadhan, yaitu munggahan. Saya mengenal
istilah munggahan ini dari kedua orang tua yang juga selalu merayakan munggahan dengan keluarga mereka sewaktu
masih kecil. Bisa dibilang kebiasaan ini memang turun temurun dilakukan dari setiap generasi ke generasi berikutnya. Karena penasaran, saya lalu bertanya-tanya pada beberapa teman mengenai definisi munggahan ini. Seorang teman yang juga seorang dosen Ilmu Budaya Sunda mengatakan, munggahan berasal dari kata unggah yang berarti memasuki tempat yang tinggi. Munggah berarti hari pertama puasa pada tanggal satu bulan ramadhan.
Jadi kesimpulannya adalah penyambutan secara suka cita terhdap bulan suci ini. Biasanyatradisi munggahan disibukkan dengan acara botram alias makan-makan bersama keluarga, teman atau para tetangga. Saya sih mood-an, maksudnya saya memang punya agenda resmi setiap tahun dengan keluarga untuk mengadakan munggahan. Tapi bila sedang mood munggahan dengan teman-teman semasa S1 dulu, ya saya pasti ikutan hehehehe (Nunggu undangan dari mereka dulu, maklum kampung halaman mereka di luar Bandung).
Sayangnya, dikarenakan aktifitas teman-teman yang sudah berumah tangga dan sibuk berprofesi, membuat sulit untuk bisa kumpul-kumpul bersama lagi sekarang.
Tradisi ini pada dasarnya dilakuakan untuk menyambut bulan ramadhan dengan hati suka cita. Ekspresi dari suka cita ini
dilukiskan dengan kumpul bersama sambil makan-makan. Acara munggahan ini memang penuh kegembiraan, karena sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW, yang selalu menyambut Ramadhan dengan ucapan “marhaban” penuh keramahan dan keriangan. Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang harus dimuliakan. Karena di bulan ramadhan ini seluruh umat muslim akan menahan lapar,
dahaga serta menahan hawa nafsu, amarah, dan berbagai jenis nafsu lainnya. Setelah acara munggahan selesai, saya saling bermaaf-maafaan dengan kedua orang tua, adik semata wayang dan keluarga-keluarga. Karena bagi saya, dengan adanya munggahan, niat ikhlas untuk menjalankan puasa akan tiis ceuli herang mata (tenang tenteram) mendapatkan ridha Allah SWT. Amin. Insyaallah..