New Lesson..Neu Wissenchaft..
September 23, 2008 by lucysupratman
Berkutat pada sebuah instrumen petik nih sekarang..hehehehe. Pengen jadi Sherly ‘Lucy’ Crowl ceritanya ya? Hahahaha, tidak juga. Memang hobi memetik gitar sudah ada semenjak duduk di SMP 14, sampai akhirnya didaulat menyanyi sambil memetik gitar sama anak-anak paskibra SMA Kartika III-1 ketika acara reunian alumni paskibra. Kisah itupun baru saya ingat ketika kemarin online di Yahoo Messenger dengan seorang teman lama sewaktu SMA, namanya Eko. Awalnya sempat loss contact juga setelah acara perpisahan SMA, eh tak sengaja bertemu di depan british council karena dia melanjutkan kuliah di ITB. Akhirnya kami bertukaran alamat Friendster, dan silaturahmi kembali jalan lagi. Mengobrollah kami tentang kisah-kisah masa lalu (nostalgiaan uuyy).
Temen saya cerita tentang memori yang berkesan tentang keluguan saya sewaktu pernah menjadi anggota paskibra. Mentor saya dulu, Teh Rose, sempat mendorong-dorong saya ke depan podium untuk memberikan tambahan hiburan sebagai perwakilan paskibra angkatan 1999. Saking lugunya, saya mau saja tampil seadanya atas suruhan Teh Rose. Jujur saja saya grogi karena dengan pengetahuan memetik gitar yang sangat terbatas, saya dipaksa untuk memainkan sebuah lagu. Kalau sudah tampil di depan, ya berarti no way to come back dong. Sebab tidak ada pilihan lain, hadapi saja apapun yang terjadi. Kebingungan milih lagu juga sih kala itu. Spontan saja teringat lagu Chantal Kreviazuk yang lagi in jaman dulu. Mulai deh ngegitarin sambil nyanyi (kualitas suara yang pas-pasan juga hehe..). “I didnt care what people said, at least I’ve tried,” begitu pikiran dalam hati sesudah selesai menyanyikan lagu ‘Leaving on the Jet Plane’. Hah, tahunya lagu ini membuat audiens terkesan. Syukur Alhamdulilah..padahal saya merasa tak ada yang istimewa dari penampilan super dadakan itu.
Anyway, temen saya Eko bilang dia ‘benci’ sama lagu Chantal. Nyatanya, sesudah mendengar keseluruhan lagu itu, dia malah jadi suka banget. Itu versi cerita Eko. Beda lagi dengan cerita Teh Rose (mentor saya) yang merasa pilu dengan lirik lagu Leaving on the Jet Plane. Teh Rose bukanlah gadis kelahiran Bandung, dia hijrah ke kota ini karena kepentingan pekerjaan kedua orang tuanya. Sebagai junior dan senior, wajar bila kami memang sangat blak-blakan tentang cerita-cerita pribadi kami. Saya perhatikan gerak geriknya yang tidak seceria ketika awal acara pembukaan. Saya jadi merasa bersalah juga karena telah memilih lagu Chantal.
Seusai acara, kami curhat-curhatan ala ABG hehehehe.. She was sad by remembering her late boyfriend, then she cried out loud. Jadi inget sama film ‘Ghost’, tapi itu kan fiksi. Tapi saya senang bisa menjadi pendengar yang ada untuk mendengarkan isi hati Teh Rose, a shoulder to cry one for her.
Oke, kembali ke masa pemerintahan bapak SBY dengan slogannya ‘Bersama Kita Bisa’ .. Memang, sekarang saya juga sedang mengikuti les piano. Hanya setelah saya pertimbangkan kembali, les piano akan saya stop dan mulai beralih pada instrumen gitar. Dasar penguasannya cukup saya pahami juga. Selain itu, saya pikir gitar lebih membumi. Ditambah biaya untuk mengikuti les gitar klasik gak semahal les piano. (ceritanya ngirit nih bu….hehehehe)
miss.. kok gak pake pragraf sie?
Hehehehe ie, terlalu semanat ngetiknya. Tapi dah dikasih paragraf kok sekarang. Makacih makacih masukannya..
Gitar yg bagus ditangan orang yg selain Cantik, pintar, cerdas, tambah lagi bisa bermain alat musik petik sekaligus juga punya bakat bernyanyi…
Woowww….so perfect woman with multi talent.
Kira2 nanti siapa ya lelaki beruntung yg akan mendampingi Princess yg satu ini????
Lus, tes tes… Ini Michelle niy. Urang ka garut yuk.. Sareng um agus and tante dede hehehehe….