Hari ini yang super woow..
November 19, 2008 by lucysupratman
Hari ini memang hebat sekali bagi saya. Pergi ke kampus shubuh-shubuh dengan kemacetan yang sangat berarti. Sebuah mobil melintas dengan kencang lalu mencipratkan air yang tergenang pada baju saya ketika menyebrangi pelataran kampus. Ditambah mata kiri yang terkena infeksi karena suatu virus. Terpaksa memakai kacamata yang quite uncomfortable juga deh plus obat tetes super perih dari dokter mata rumah sakit yang wajib diteteskan setiap 2 jam sekali. Tapi daripada mengeluh trussss, diskusi hari siang ini harus tetap jalan… No matter what….
Ternyata memang worthed juga. Presentasi yang dimoderatori oleh Ibu Purwanti begitu berkualitas. Saya saja jadi semakin memahami inti dari managemeny communication. Wah, saya curhat tentang topik ini saja ya di sore yang dingin ini. (abis tadi baru turun hujan siy). Oke, kita mulai dari sini….
Sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari objek-objek bersama-sama dengan hubungannya, antara objek-objek dan antara atribut mereka yang dihubungkan dengan satu sama lain dan kepada lingkungannya sehingga membentuk suatu kesatuan menyeluruh.
Sistem tertutup apabila semua sumberdaya yang dibutuhkan oleh sistem dapat dipenuhi dirinya sendiri, tidak ada tambahan sumberdaya dari lingkungan yang masuk ke dalam sistem, atau batas-batasnya tertutup bagi pertukaran informasi dan energi lingkungan. Sedangkan sistem terbuka memasukkan sumberdaya dari lingkungan, merobah sumberdaya ini menjadi suatu output yang berguna, dan mengirim kembali output tersebut ke lingkungan.
Pendekatan sistem dapat membantu organisasi mencapai suatu efek sinergitis dimana tindakan-tindakan berbagai bagian yang berbeda dari sistem jika dipersatukan akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah-jumlah daripada bagian yang beraneka ragam.
Analisa sistem berhubungan dengan metode atau tehnik yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan. Manajemen sistem digunakan oleh organisasi dalam rangka aplikasi teori sistem terhadap pengelolaan sistem dan subsistem organisasional. Setiap sistem selalu terdiri atas empat hal, antara lain (1) Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut. (2) Berisi atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya. (3) Memiliki hubungan internal di antara objek-objek di dalamnya. (4) Sistem hidup dalam satu lingkungan tertentu.
Tipe sistem terdiri atas sistem terbuka (open system) dimana pihak luar dapat mempengaruhinya, atau sebaliknya sebagai sebuah sistem tertutup (closed system). Sebuah sistem disebut dinamis apabila komponen ataupun interaksi di dalamnya berubah dalam dimensi waktu. Kita juga mengenal antara “sistem fisik” (physical systems) yang komponennya adalah meteri dan energi, dan “sistem non-fisik” (conceptual systems) yang merupakan dunia ide. Dalam ilmu komputer dan dunia informasi, “metode” adalah nama lain untuk menyebut “sistem”.
Berpikir secara sistem adalah mempertimbangkan berbagai teknik untuk memepalajari sistem dalam berbagai bentuk. Ia lebih banyak menggunakan pola pikir holistik dibandingkan teknik reduksionis. Seorang pemikir sistem, mempertimbangkan bahwa sebuah sistem adalah dinamis dan kompleks, sebagai hasil interaksi dari unit yang terstruktur dan seimbang. Informasi mengalir dari elemen-elemen yang berbeda dalam sistem.
Dalam konteks pendekatan sistem, dikenal pula “Pendekatan Analitis”. Meskipun bagi sebagian orang terlihat sebagai “lawan”, namun sesungguhnya pendekatan analitis (the analytic approach) dan pendekatan sistem (the systemic approaches) lebih sebagai saling melengkapi (complementary) daripada berlawanan.
Prinsip dasar teori sistem bahwa masyarakat merupakan suatu keseluruhan yang saling tergantung, seperti sebuah mobil kata ahli fisika, atau seperti sebuah organisme dalam bidang biologi. Kelangsungan sistem ditentukan oleh pertukaran masukan dan keluaran dengan lingkungannya. Setiap sistem terbagi dalam sejumlah variabel subsistem, dimana tiap subsistem juga terdiri dari tatanan sub-subsistem yang lebih kecil.
Dalam sistem komunikasi organisasi terdapat hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan (posisi-posisi). Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan tersebut dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan keadaan orang tersebut.