Memoir Guiding Masa Lalu
November 11, 2008 by lucysupratman
Actually, a guide is a terrific job.Meeting kinds of people, cultures, spotsand many new challenging things are really fun.I still remembered when I Wayan Suano, a tour&travel agent owner in Bali, suggested me to pursue this profession.Even he recommended me to work there.But, I always stuck at the parent’s permission.Hahahahaha…. just like Britney Spear song ‘I’m not a girl not yet a woman’.
Sekarang, keputusan yang sulit juga untuk beralih profesi meneruskan hobi masa lalu guiding turis lokal.Sudah sampai keputusan final berhenti menjadi guide semenjak masuk usia 18 tahunan dulu kala itu.Pushing hard to get an official licence card to be a real guide and getting promotion….aaaaaaaggghhhh…..far away to make it comes true babe!!!!
Bukan cuma penguasaan bahasa asing saja yang perlu dikuasai, tetapi histori-lanskap-geografis-demografis tujuan kunjungan objek wisata yang sudah harussangat molotok di otak.Wawasan tentang perilaku, kesukaan, budaya, candaan turis lokal/asing pun mau tak mau harus pula dipahami.Semua dikarenakan seorang guide akan bersama sekelompok turis selama beberapa hari atau bahkan minggu.Bisa dibayangkan kan bila mereka tidak merasa nyaman dengan guide nya dalam jangka waktu selama itu?
Selain itu, pengetahuan tentang kesehatan-pengamanan diri-P3K dan lain-lain juga tak kalah penting bagi kenyamanan para turis selama berwisata.Perihal kemampuan menyanyi dan dansa, tergantung dari guide-nya ya.Saya suka bernyayi dan menguasai sedikit tarian tradisional sunda.Sehingga bila meng-guide turis lokal ke Saung Angklung Mang Udjo, lenggak-lenggok dikit gak masalah juga kan hehehehe.. (yang penting masih dalam tataran norma kesopan santunan masyarakat timur.)
Dulu zaman masih SMA, saudara saya yang suka mengajak meng-guide turis.Beliau suka bilang, “Cy, jangan lupa pake cincin yang mirip wedding ring oke.Buat jaga-jaga aja, takut-takutnya ada turis yang iseng ganggu.Kalo ada cincin di jari kamu, mereka akan faham kalo kamu udah terikat”.
Memandu wisata itu memang menyenangkan, memahami sejarah suatu kota sekaligus pesona objek-objek wisatanya. (Ingat, asal jangan sampai tergoda mencoba minuman keras saja.Bagi umat muslim itu HARAMMMM!!)Sekarang ini, Kota Bandung makin kesohor dengan wisata belanjanya.Factory outlet saja makin berjamuran.Berbeda dengan Bali yang lebih menekankan pada aspek apresiasi keluhuran seni, karsa dan budayanya.Well, I ever guided once in Bali with some friends for an obligatory paper in 2006.
Pilihan menjadi guide akhirnya berhenti ketika awal masuk kuliah strata 1 karena kurangnya dukungan dari keluarga….Its sad I know hehehehehe….
Hingga pagi tadi seorang teman menelfon hp saya untuk meminta support doa.Dia akan mengikuti ter sertifikasi guiding. Semacam ‘city tour’ begitu katanya.Dan teringatlah saya pada kenangan masa lalu itu.
Semoga saja engkau berhasil menajdi seorang guide yang profesional ya temanku yang cantik.(Eits, jangan lupa makan-makannya zuga yach)