Sensasi Saya tentang Film Twilight
December 19, 2008 by lucysupratman
Kelas kami memang beneran kelas yang super keren.. Ketika minggu-minggu ini tugas UTS take home cukup banyak, tapi kami nekat buat nonoton film twilight. Tapi beneran film twilight sesuai dengan novelnya lho. Staphanie Meyer, seorang ibu rumah tangga yang menusli tetralogi twilight ini memang cukup mencengangkan. Sebab plot dari ceritanya tertata apik, walau sayang ketika divisualisasikan kurang terasa gress antara karakter yang akan dimunculkan. Apakah itu si drakula seksi Edward (Hehehehe cakep banget!), atau Bella (Gadis manis dari upper town)? Keluarga Cullen nya juga rasanya terasa kurang pas. Ini asesmen subjektif ya. Overall, semua drakulanya tampan-tampan dan cantik-cantik. Gak ada kesan serem sama sekali..
Apalagi ketika Edward terbang-terbang mengawang-ngawang diantara pohon-pohon. Saya setuju kalau setting di film nya memanjakan mata banget. Dari awal sampai akhir film, keasrian alamnya terus disajikan. Indah banget…
Mungkin sepertinya lebih seru baca novelnya. Lebih mendalami gitu aja sisi keromantisanya dari kata per kata. Sebab ucapan-ucapan Edward yang selalu menjaga Belle setiap saat dengan kasih sayannya yang tulus pasti bikin meleleh semua wanita yang baca. Saya juga sampai berimajinasi gitu.. =>. Walau dia drakula vegetarian yang cuma minum darah binatang, cara dia menahan nafsu id nya yang bikin saya tertarik.
Pesan moralnya banyak banget. Jadi cintanya bukan cinta sex, tapi beneran cinta tulus dari dalam hati. Saling memberi dan menerima bisa jadi ini movie ini.
Layaknya kisah romeo and Juliet di era pos modernisme deh.
