Feed on
Posts
comments

Mencari Kematian

Terbit di Koran Harian Galamedia

Mencari Kematian
Oleh: Lucy Pujasari Supratman

Mati!  Apakah aku telah mati?  Apakah rohku telah terbang mengawang-awang di udara dan jasadku habis dimakan rayap-rayap serta cacing yang rakus?  Tak tahulah…  Yang pasti, aku sudah merasa mati walau jantungku memompa aliran darah ke arteri sehingga aku masih bisa menghirup udara kebusukan.  Aku selalu melihat dengan tatapan jijik terhadap semua orang semenjak itu.

Hari dimana pertama kalinya aku berperan sebagai seorang wayang kecil di dunia ini.  Tepatnya sebelum aku berpikir akan mati.  Ketika lahir, ibu kandung meninggalkanku karena hubungan gelapnya.  Seorang wanita yang sangat tepat  dijuluki sebagai wanita medusa.  Ya, wanita yang berwujud kepala ular.
Aku ditinggal sendirian dekat pembuangan sampah.  Betapa aku merasa kedinginan tanpa selimut bayi nan hangat serta pelukan lembut seorang ibu.  Mudah-mudahan Tuhan mengutukmu!  Aku juga mengutukmu serta lelaki bejat yang memberi sperma di ovum ular.  Entah itu karena kebablasan atau apalah.   Rasanya tak pantas bagiku memanggilmu ibu.  Karena bagiku seorang ibu adalah wanita yang bisa memberikan kehangatan jiwa.

Seorang lelaki separuh baya memungutku yang hanya berbungkuskan koran bekas.  Dia cukup berkelas. Mobilnya berdecit dengan rem pakem dan menghampiriku yang sedang terbengong-bengong dengan babak baru kehidupanku, setelah dunia kandungan bunting ular itu.  Ia buru-buru bergegas menggendong dan memasukanku ke dalam mobilnya sebab takut dilihat orang.
Aku heran, kenapa dia mau memungut bayi bau yang tergolek di tempat sampah.  Lelaki itu pun sama sekali tidak melaporkan pada pihak berwajib tentang seorang wanita ular yang membuang telurnya.  Ia juga tidak menghubungi panti asuhan.  “Aneh sekali lelaki ini”, batin polos kecilku berkata.
Setelah meletakkanku di jok mobilnya, dia lalu melirikku cukup lama di dalam mobilnya yang ber-AC.  Dia melihatku sebagai seorang bayi ranum yang cantik, dan berkomersil.  Tiba-tiba aku menangis sangat keras, karena aku lapar.
**
Sesampai di rumahnya yang megah, aku disambut oleh seorang wanita.  Harum mewangi sekujur badannya ditambah kemolekan paras karena make-up yang tebal membuatku langsung terdiam.  Seakan terhipnotis pada aura pesona istri lelaki itu, rasa laparku hilang begitu saja.  Ia berbeda dengan si ular.  Ia wanita bengis!   Sedang wanita ini justru  begitu menyejukkkan.  Dia menggendongku, lalu mulai menetekiku.  Susunya begitu ranum, kulitnya putih bersih.  Aku habiskan makan malamku itu dengan rakusnya sambil mendelikkan kedua mataku ke kanan dan kiri. Oh, ternyata satu anak yang juga masih bayi tengah berada diranjang lain.

Beberapa tahun berlalu, aku tumbuh menjadi remaja baik karena lelaki dan wanita itu orang baik, walau pun sebenarnya hanya berpura-pura baik.  Namun aku jadi bejat, karena pacarku bejat.   Setelah menghamiliku, dia malah lari dari tanggung jawab.  Betapa bodohnnya menelan mentah rayuan buaya.  Mereka menyuruku membesarkan si jabang bayi.  Tak terbesit rasa kekesalan di hati kedua orang tua angkatku.  Hingga suatu saat aku mengalami keguguran.  Mereka tidak juga kesal….

Mungkin ini gen si ular.  Setelah pengkhianatan pacar pertama, aku menjadi lebih pendendam.  Aku jadi lebih suka mematukan bisaku pada setiap adam daripada menjalin hubungan serius.   Banyak yang bilang aku memang sangat menarik.  Wanita muda berhidung mancung, berkulit mulus, sintal dan berbuahdada montok.  Sehingga mudah saja bagiku untuk mencari lelaki dan membunuhnya dengan racunku.
**
Ayah dan ibu tiriku adalah seorang pengusaha night club yang sukses.  Aku tinggal bersama seorang saudara lelaki tiri yang umurnya 2 tahun lebih tua.  Aku suka meggodanya.  Awalnya hanya kerlingan mata.  Dia terlihat menolak.  Tapi lama kelamaan, dia kalah tergoda dan jatuh dipelukanku.
Aku sering datang ke kamar dia setiap malam.  Ohh….aku suka sekali melihat bulu-bulu lebat yang tumbuh didadanya yang bidang.  Akhirnya kami bercumbu semalam suntuk.  Bram jadi ketagihan.  Dia bilang, ”Melakukan hal ini merupakan suatu euphoria tiada akhirnya bagiku”. Terkadang kami lakukan di sofa, kamarku atau kamar mandi.  Pernah sekali pembantuku memergoki kami berdua-duaan.  Tanpa seijin kedua oang tua tiriku, aku pecat dia.  Takut rahasia kami terbongkar.  Bram setuju saja.

Suatu malam setelah aku bercinta dengan kakak tiriku, aku bermimpi seekor Phyton menelanku bulat-bulat.  Bukan hari ini saja.  Mimpi tersebut terus saja aku alami.   Pertanda burukkah?
**
Di hari yang mengenaskan itu, kedua orang tua tiriku pulang tanpa memberitahu kami berdua.    Kami sedang menikmati permainan gila seperti malam-malam biasanya.   Ayah dan ibu tiriku begitu geram setelah menyaksikan apa yang tengah kami berdua lakukan di sofa.  Akhirnya kami berdua dikirim ke tempat klub malam yang ternyata adalah rumah bordil milik lelaki dan wanita itu.

Aku dan Bram diharapkan menjadi pewaris usaha rumah bordil milik mereka. Karena mereka tak bisa memiliki keturunan, akhirnya mereka memungutku tanpa harus melalui proses panti asuhan yang bertele-tele seperti ketika mengadopsi Bram di panti asuhan.

Di rumah bordil, aku langsung menjadi primadona para hidung belang.  Meneruskan cita-cita Ibu kandungku, si ular phyton.  Hingga aku terkena AIDS karena seringnya berganti-ganti pasangan setiap malam.  Saat itulah  aku  baru merasa benar-benar mati.  ***

Note:  Untuk Memperingati Hari AIDS se-Dunia.
Free Sex No Way….   No Sex Before Married, Okay Guys?

Layaknya kota romantis di Vanesia dengan sungai-sungai yang mengitari rumah-rumah sambil berduaan di atas gondola, memang menyenangkan.Tapi bila keadaan itu terjadi di daerah yang tidak biasa dialiri sungai, memang bukan menyenangkan lagi.Melainkan suatu disaster.

Minggu kemarin rumah saya bagaikan kota vanesia itu, dengan air berwarna coklat setinggi 1 cm yang mengalir di depan pekarangan rumah.Sudah pasti aliran-aliran deras itu masuk ke dalam rumah membahasahi sekitaran ruang tamu dan beberapa ruangan lainnya.Ya, rumah saya KEBANJIRAAAAAAAAN!!!!!

Perumahan sekitaran cibiru ini baru sekali terkena banjir sebesar kemarin.Karena hujan es dan beberapa tanggul yang bocor, delapan blok terendam air yang baru surut tadi shubuh.Saya juga sempat kelabakan ketika orang di rumah mengabarkan banjir kemungkinan semakin meninggi karena luapan air dari tanggul bocor itu terus saja menggenangi ratusan rumah di komplek saya. Sebab ketika itu, saya tengah berada di Lab kampus.Buru-buru saya meluncur ke rumah dengan kenekatan luar biasa.Menerjang banjir ….banjir yang bukan main-main, sebab banyak barang-barang milik kios-kios atau milik warga yang mengambang di atas derasnya air.Saya terobos saja derasnya air bercampur tanah itutanpa mempedulikan kemeja dan tas kerja saya.I heck dont care..

Tragisnya terdapat seorang korban jiwa, bocah lelaki di Blok G.Almarhum adalah anak dari seorang wartawan media cetak.Spontan saja nama komplek tempat saya tinggal digegerkan dengan kematian bocah itu sekaligus parahnya tanggul yang jebol di beberapa koran lokal dan televisi Bandung.Kronologis meninggalnya anak lelaki itu ketika ia tengah asyik bermain dengan teman-temannya di luapan banjir itu, secara tak sengaja tersetrum listrik yang konslet.Sang Ibu begitu histeris dengan tragedi ini, apalgi sang bapak tengah meliput suatu berita di Propinsi Bali.Ya Allah, semoga mereka diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan ini.

Ya begitulah peristiwa heboh yang saya alami kamis kemarin itu.Saya jadi ikut merasakan atau lebih tepatnya berempati pada para korban lumpur di Sidoarjo atau korban kebanjiran yang pernah juga terjadi di Jakarta.Sebab dampak yang dialami setelah banjir ini bukan hanya harta, tetapi rasa traumatic yang mengginggap.

Teringatlah akan kejadian sore itu.Kketika hujan disertai luapan air yang terus meneaik pun, Ibu serta adik saya terus berucap asma Allah sambil memegang kitab suci Al-Qur’an di lantai 2 rumah.Sebab lantai 1 rumah (ruang tamu) sudahtergenag air yang susah untuk dibendung lagi.Sedang ayah saya sibuk menaik-naikkan/menyelematkan barang-barang elektronik ditambah buku-buku ke lantai atas.Guntur yang semakin mengkilat-kilat ditambah gemuruhnya angin.Apa ketakutan ini yang dialami juga oleh para korban Tsunami di Aceh?Untunglah sekarang Aceh telah kembali pulih.

Saya merasa sangat bersyukur karena banjir yang saya alami telah berakhir.Walau sisa lumpur-lumpur masih cukup padat untuk dibersihkan.Mungkin pihak developer akan segera turun tangan menangani masalah ini.Sebab bila tanggul bocor itu belum diperbaiki, kerugian warga akan semakin parah. Masyaallah!!!!!

Hari ini memang hebat sekali bagi saya.  Pergi ke kampus shubuh-shubuh dengan kemacetan yang sangat berarti.  Sebuah mobil melintas dengan kencang lalu mencipratkan air yang tergenang pada baju saya ketika menyebrangi pelataran kampus.  Ditambah mata kiri yang terkena infeksi karena suatu virus.  Terpaksa memakai kacamata yang quite uncomfortable juga deh plus obat tetes super perih dari dokter mata rumah sakit yang wajib diteteskan setiap 2 jam sekali.   Tapi daripada mengeluh trussss, diskusi hari siang ini harus tetap jalan…  No matter what….

Ternyata memang worthed juga.  Presentasi yang dimoderatori oleh Ibu Purwanti begitu berkualitas.  Saya saja jadi semakin memahami inti dari managemeny communication.  Wah, saya curhat tentang topik ini saja ya di sore yang dingin ini.  (abis tadi baru turun hujan siy).  Oke, kita mulai dari sini….

 Sistem dapat diartikan sebagai kumpulan dari objek-objek bersama-sama dengan hubungannya, antara objek-objek dan antara atribut mereka yang dihubungkan dengan satu sama lain dan kepada lingkungannya sehingga membentuk suatu kesatuan menyeluruh.

 Sistem tertutup apabila semua sumberdaya yang dibutuhkan oleh sistem dapat dipenuhi dirinya sendiri, tidak ada tambahan sumberdaya dari lingkungan yang masuk ke dalam sistem, atau batas-batasnya tertutup bagi pertukaran informasi dan energi lingkungan. Sedangkan sistem terbuka memasukkan sumberdaya dari lingkungan, merobah sumberdaya ini menjadi suatu output yang berguna, dan mengirim kembali output tersebut ke lingkungan.

 Pendekatan sistem dapat membantu organisasi mencapai suatu efek sinergitis dimana tindakan-tindakan berbagai bagian yang berbeda dari sistem jika dipersatukan akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah-jumlah daripada bagian yang beraneka ragam.

 Analisa sistem berhubungan dengan metode atau tehnik yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan keputusan. Manajemen sistem digunakan oleh organisasi dalam rangka aplikasi teori sistem terhadap pengelolaan sistem dan subsistem organisasional.  Setiap sistem selalu terdiri atas empat hal, antara lain (1) Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut. (2) Berisi atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya. (3) Memiliki hubungan internal di antara objek-objek di dalamnya. (4) Sistem hidup dalam satu lingkungan tertentu.

Tipe sistem terdiri atas sistem terbuka (open system) dimana pihak luar dapat mempengaruhinya, atau sebaliknya sebagai sebuah sistem tertutup (closed system). Sebuah sistem disebut dinamis apabila komponen ataupun interaksi di dalamnya berubah dalam dimensi waktu. Kita juga mengenal antara “sistem fisik” (physical systems) yang komponennya adalah meteri dan energi, dan “sistem non-fisik” (conceptual systems) yang merupakan dunia ide. Dalam ilmu komputer dan dunia informasi, “metode” adalah nama lain untuk menyebut “sistem”.

Berpikir secara sistem adalah mempertimbangkan berbagai teknik untuk memepalajari sistem dalam berbagai bentuk. Ia lebih banyak menggunakan pola pikir holistik dibandingkan teknik reduksionis. Seorang pemikir sistem, mempertimbangkan bahwa sebuah sistem adalah dinamis dan kompleks, sebagai hasil interaksi dari unit yang terstruktur dan seimbang. Informasi mengalir dari elemen-elemen yang berbeda dalam sistem.

Dalam konteks pendekatan sistem, dikenal pula “Pendekatan Analitis”. Meskipun bagi sebagian orang terlihat sebagai “lawan”, namun sesungguhnya pendekatan analitis (the analytic approach) dan pendekatan sistem (the systemic approaches) lebih sebagai saling melengkapi (complementary) daripada berlawanan.

Prinsip dasar teori sistem bahwa masyarakat merupakan suatu keseluruhan yang saling tergantung, seperti sebuah mobil kata ahli fisika, atau seperti sebuah organisme dalam bidang biologi. Kelangsungan sistem ditentukan oleh pertukaran masukan dan keluaran dengan lingkungannya. Setiap sistem terbagi dalam sejumlah variabel subsistem, dimana tiap subsistem juga terdiri dari tatanan sub-subsistem yang lebih kecil.

Dalam sistem komunikasi organisasi terdapat hubungan antara orang-orang dalam jabatan-jabatan (posisi-posisi). Unit mendasar komunikasi organisasi adalah seseorang dalam suatu jabatan. Orang bisa disosialisasikan oleh jabatan, menciptakan suatu lingkaran yang lebih sesuai dengan keadaan jabatan, pada saat yang sama jabatan tersebut dipersonalisasikan, menghasilkan suatu figur atau gambar yang sesuai dengan keadaan orang tersebut.

 

 

 

Karena akar gigi saya belum dicabut sepenuhnya, maka hari itu juga saya langsung pergi ke RS bagian klinik dokter gigi.Sambil menunggu kedatangan dokter, seorang asistennya menawarkan sebuah koran.Sebuah artikel yang ditulis oleh Prof.H. Deddy Mulyana di sebuah media cetak nasional ternama langsung menarik minat saya.Pembahasannya berupa pernikahan berbeda agama atau keyakinan.

Pada pembukaan paragraf awal, beliau menjelaskan tentang betapa manusia harus selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.“Manusia hanya harus bersujud, bersyukur atas berbagai nikmat melalui sederet proses yang diciptakan-Nya bagi hidup ini. Semoga kita termasuk hamba yang dijauhkan siksa neraka yang sangat dashyat.Semua perintah Allah dan anjuran kanjeng nabi Muhammad SAW pasti baik bagi manusia dan semua larangannya pasti tidak baik.”, begitu tulisan beliau yang saya kutip dari koran tersebut.

Lalu pembahasan pun dilanjutkan dengan eksplanasi pelarangan Allah SWT kepada umat muslim yang menikah dengan non-muslim.Penelitian empiris ternyata telah juga dilakukan oleh Anndis Enamy.Ia mengatakan bahwa pasangan suami istri berbeda agama lebih cenderung tidak bahagia (bercerai daripada pasangan yang seagama).Kalaupun memang ada yang langgeng, itu hanya di dunia saja.Sedangkan penghisabannya akan datang di akhirat kelak.

Segala perintah Allah yang bersumber dari Al-Qur’an memang sepatutnya dilakukan dengan ikhlas.Begitu pula dengan menjauhi segala larangan-larangan yang diperintahkan oleh Allah SWT.Sebab Allah Maha Tahu, maka DIA pasti memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.Segala perintah-Nya itu mengandung kebaikan dan semua larangan-Nya akan menimbulkan kerugian kelak.Seperti yang tersurat pada surat Al-Baqoroh ayat 221, “Allah melarang wanita muslim menikah dengan lelaki non-muslim”.

Wah, ternyata dokter giginya sudah datang.Waktunya cabut akar gigi saya nih..

Actually, a guide is a terrific job.Meeting kinds of people, cultures, spotsand many new challenging things are really fun.I still remembered when I Wayan Suano, a tour&travel agent owner in Bali, suggested me to pursue this profession.Even he recommended me to work there.But, I always stuck at the parent’s permission.Hahahahaha…. just like Britney Spear song I’m not a girl not yet a woman’.

Sekarang, keputusan yang sulit juga untuk beralih profesi meneruskan hobi masa lalu guiding turis lokal.Sudah sampai keputusan final berhenti menjadi guide semenjak masuk usia 18 tahunan dulu kala itu.Pushing hard to get an official licence card to be a real guide and getting promotion….aaaaaaaggghhhh…..far away to make it comes true babe!!!!

Bukan cuma penguasaan bahasa asing saja yang perlu dikuasai, tetapi histori-lanskap-geografis-demografis tujuan kunjungan objek wisata yang sudah harussangat molotok di otak.Wawasan tentang perilaku, kesukaan, budaya, candaan turis lokal/asing pun mau tak mau harus pula dipahami.Semua dikarenakan seorang guide akan bersama sekelompok turis selama beberapa hari atau bahkan minggu.Bisa dibayangkan kan bila mereka tidak merasa nyaman dengan guide nya dalam jangka waktu selama itu?

Selain itu, pengetahuan tentang kesehatan-pengamanan diri-P3K dan lain-lain juga tak kalah penting bagi kenyamanan para turis selama berwisata.Perihal kemampuan menyanyi dan dansa, tergantung dari guide-nya ya.Saya suka bernyayi dan menguasai sedikit tarian tradisional sunda.Sehingga bila meng-guide turis lokal ke Saung Angklung Mang Udjo, lenggak-lenggok dikit gak masalah juga kan hehehehe.. (yang penting masih dalam tataran norma kesopan santunan masyarakat timur.)

Dulu zaman masih SMA, saudara saya yang suka mengajak meng-guide turis.Beliau suka bilang, “Cy, jangan lupa pake cincin yang mirip wedding ring oke.Buat jaga-jaga aja, takut-takutnya ada turis yang iseng ganggu.Kalo ada cincin di jari kamu, mereka akan faham kalo kamu udah terikat”.

Memandu wisata itu memang menyenangkan, memahami sejarah suatu kota sekaligus pesona objek-objek wisatanya. (Ingat, asal jangan sampai tergoda mencoba minuman keras saja.Bagi umat muslim itu HARAMMMM!!)Sekarang ini, Kota Bandung makin kesohor dengan wisata belanjanya.Factory outlet saja makin berjamuran.Berbeda dengan Bali yang lebih menekankan pada aspek apresiasi keluhuran seni, karsa dan budayanya.Well, I ever guided once in Bali with some friends for an obligatory paper in 2006.

Pilihan menjadi guide akhirnya berhenti ketika awal masuk kuliah strata 1 karena kurangnya dukungan dari keluarga….Its sad I know hehehehehe….

Hingga pagi tadi seorang teman menelfon hp saya untuk meminta support doa.Dia akan mengikuti ter sertifikasi guiding. Semacam ‘city tour’ begitu katanya.Dan teringatlah saya pada kenangan masa lalu itu.

Semoga saja engkau berhasil menajdi seorang guide yang profesional ya temanku yang cantik.(Eits, jangan lupa makan-makannya zuga yach)

I

Its almost November

The raindrop starts falling gracefully

Don’t you know how I love raining?

I love being drained by raining

As if its purifying me

What a silly thought!”, I laughed to myself

Sprinkles……. Drizzles……..

Showered my hair

Freezing. ………Trembling……

No matter what, I still love raining

Rain has become my cure

Erasing our charming affection

Omitting our past love

Come, just listen to the rhythm

The rhythm of this falling rain

Come, just feel a romantic glance atmosphere

And the smell of wet soil

Look around!

The flowers bloom,

The leaves go green,

Then the birds dance and sing

…. In this park I saw all

…..In this park I sat

With the falling rain rhythm

October 29, 2008

“While I conglatulate your marriage this year”

Ketika Cindy, Matt, Tise, Dendy dan Deasy (the ECC Commitee) meminta saya untuk mengisi kembali klub percakapan yang diadakan sebulan dua kali sebagai instruktur, langsung saya amini. Tetapi, atmosfir klub kemarin jauh berbeda dengan tahun-tahun kemarin.

Kok bisa? Iya, sebenarnya saya agak terperangah dengan opini para anggota ECC (English Conversation Club) yang diadakan mahasiswa-mahasiswi fakultas sastra unpas itu mengenai diskursus gender yang saya angkat sebagai motion debate di conversation club kemarin.Yup, perdebatan yang mayoritas beralibi dengan usungan kesetaraan hak wanita yang sama dengan lelaki menjadi isu heboh di kelas.Wajar saja, sebab kala itu peserta ECC lebih didominasi oleh mahasiswi dibanding mahasiswa.We want the equality, Miss Lucy!!”, kata seorang mahasiswi peserta ECC yang mendebat pernyataan seorang mahasiswa yang paradigmanya begitu patriarki.

Saya baru tersadar akan aura antusiasme mereka (para kaum hawa) untuk menyetarakan persamaan di setiap lini kehidupan.Saya lalu berseloroh yang langsung diikuti surakan para mahasiswa lelaki,Hey, how if we change this world to be a matriarki world”.Hehehehehe ternyata debat semakin memanas saja gara-gara koinsiden celetukan saya (padahal AC di ruangan kelas dingin banget bo..)

Seorang mahasiswi berkerudung malah mengatakan bahwa di zaman jahiliyah, wanita tidak memiliki hak sama sekali.Apalagi hak untuk hidup layak.Selain dia, ada juga mahasiswa yang berpikiran radikal memandang feminisme ini.It’s better for woman to show our real power to man.We’re not weak because of giving birth, feeding the babies then nurturing them”, kata mahasiswi lain yang sepertinya menggebu-gebu sekali menjadi opponent.

Saya hanya menjadi penengah.Bukan berarti saya pro dan kontra terhadap topik yang ujug-ujug ada dalam benak pikiran saya untuk dijadikan topik perdebatan di klub kemarin.Hanya saja sewaktu saya menonton film Laskar Pelangi dengan seorang teman dari Jakarta di bioskop baru-baru ini, ada sebuah film nyeleneh yang juga ditayangkan di bioskop itu.Film itu berjudul, ‘Kutunggu Jandamu” dengan model penyanyi dangdut Dewi Persik sebagai iconnya. Hmmm.. saya memiliki kesan pajangan wanita di film itu seperti objek komersialisasi seks saja ya.Semacam diskrimasi halus yang memperlihatkan kemolekan atau keseksian anggota tubuh wanita untuk dijadikan wild imagination pria tertentu.

Pada hakekatnya, feminisme bukan berarti harus mensejajarkan fungsi atau peran dengan lelaki.R.A Kartini sebagai usungan emansipasi wanita Indonesia melalui karyanya, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, berfilosofi untuk mendorong wanita Indonesia tempo dulu untuk bangkit dari kebodohan/iliterasi.Wanita memiliki hal untuk mengenyam pendidikan formal pula, sama seperti lelaki.Namun tetap tidak melupakan kodratnya sebagai wanita dalam ranah domestik.Selain itu, Surat Ali Imran ayat 36 saja mengatakan ‘Dan anak laki-laki tidaklah sama dengan anak wanita (berbeda fitrah fungsi-usaha).

Hanya bila berkiblat pada feminisme barat yang liberal, radikal dan sosialis, memang begitulah realitanya.Tuntutan persamaan tereskspos sangat jelas.Malah feminsime radikal menyuarakan suara ketidaksetujuan pada pernikahan lawan jenis dan melegalkan pengkloningan manusia.Feminsime barat sepertinya menganggap lelaki itu musuh/rival yang harus ditaklukan, atau bisa juga kompetitor sejati.Maka tak heran bila tingkat single parent semakin meningkat saja disana.

Waktu terus berjalan, hampir satu setengah jam.Buru-buru saya cut perdebatan itu karena waktu saya telah usai.Cooling down sesaat menurunkan hawa panas tadi dengan mendedangkan sebuah lagu mellow yang sudah saya siapkan di awal pertemuan tadi….Lalu diambil alih oleh para panitia ECC yang menutup pertemuan kemarin sambil samar-samar terdengar bisikan mereka satu sama lain, “Apa iya bias gender terus terjadi di Indonesia?”

Akhirnya, perdebatan pun dilanjutkan di luar kelas……..

NB: Sukses n Maju Terus boeat ECC FISS Unpas! :)


Tompi - Sedari Dulu

Hatiku berharap
Mungkin engkau kan berubah
Bisa mencintai aku
Seperti hatiku padamu

Hujan badai kan kutempuh
Bintang dilangit kan kuraih
Bila harus ku kan merayu
Untuk cintamu bagiku

Cintamu tlah menjadi candu
Cintamu tlah membuatku membisu
Cintamu ohh seindah lagu
Membuatku tak bisa berpaling darimu

Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Surga dunia disepanjang nafasku

Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
Sayangku hanya kamu

Cintaku telah terlabuh
Berhenti selamanya dihatimu
Takkan kukayuh menjauh
Biar kurapatkan cintaku padamu

Cintamu tlah menjadi candu
Cintamu tlah membuatku membisu
Cintamu ohh seindah lagu
Hanya dirimu satu ohh cintaku

Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan aku
Surga dunia disepanjang nafasku

Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu

Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa
Kau adalah belahan jiwa

Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu

Kau adalah belahan jiwa
Kutahu itu sayang sedari dulu
Kau cinta yang hembuskan
Surga dunia disepanjang nafasku

Kau adalah belahan jiwa
Aku cinta kamu sedari dulu
Dan aku takkan berpaling darimu
Hanya kamu

            Please…. Please.. dimohon tidak tertawa setelah membaca kunjungannya saya ke zoo.  Well, it’s wholly my Dad idea.  Sampai dia mendesak ingin difoto dengan ular.  Kata beliau sih nostalgia masa kecilnya.   Berbeda dengan papa, berbeda pula dengan mom.  Mom bergidik difoto dekat dengan binatang melata ini.  Jangankan mendekat, melihatnya saja membuat beliau geli.   Yang mengherankan juga, papa malah langsung menyambut dengan tangan tebuka ular besar itu, ketika disodori oleh penjaga satwa di zoo.    Ya sudah, karena papa juga maksa buat ditemani, saya ikutan difoto juga.  Inilah hasilnya..  Kalo Pak Gusdur bilang, “Ini ayah dan anak, AYA-AYA WAE..” 

Peace for all animals in the world!  Lindungilah satwa yang langka oke, sebab mereka berperan penting dalam ekosistem alam. 

Berkutat pada sebuah instrumen petik nih sekarang..hehehehe. Pengen jadi Sherly ‘Lucy’ Crowl ceritanya ya? Hahahaha, tidak juga. Memang hobi memetik gitar sudah ada semenjak duduk di SMP 14, sampai akhirnya didaulat menyanyi sambil memetik gitar sama anak-anak paskibra SMA Kartika III-1 ketika acara reunian alumni paskibra. Kisah itupun baru saya ingat ketika kemarin online di Yahoo Messenger dengan seorang teman lama sewaktu SMA, namanya Eko. Awalnya sempat loss contact juga setelah acara perpisahan SMA, eh tak sengaja bertemu di depan british council karena dia melanjutkan kuliah di ITB. Akhirnya kami bertukaran alamat Friendster, dan silaturahmi kembali jalan lagi. Mengobrollah kami tentang kisah-kisah masa lalu (nostalgiaan uuyy).

Temen saya cerita tentang memori yang berkesan tentang keluguan saya sewaktu pernah menjadi anggota paskibra. Mentor saya dulu, Teh Rose, sempat mendorong-dorong saya ke depan podium untuk memberikan tambahan hiburan sebagai perwakilan paskibra angkatan 1999. Saking lugunya, saya mau saja tampil seadanya atas suruhan Teh Rose. Jujur saja saya grogi karena dengan pengetahuan memetik gitar yang sangat terbatas, saya dipaksa untuk memainkan sebuah lagu. Kalau sudah tampil di depan, ya berarti no way to come back dong. Sebab tidak ada pilihan lain, hadapi saja apapun yang terjadi. Kebingungan milih lagu juga sih kala itu. Spontan saja teringat lagu Chantal Kreviazuk yang lagi in jaman dulu. Mulai deh ngegitarin sambil nyanyi (kualitas suara yang pas-pasan juga hehe..). I didnt care what people said, at least I’ve tried,” begitu pikiran dalam hati sesudah selesai menyanyikan lagu ‘Leaving on the Jet Plane’. Hah, tahunya lagu ini membuat audiens terkesan. Syukur Alhamdulilah..padahal saya merasa tak ada yang istimewa dari penampilan super dadakan itu.

Anyway, temen saya Eko bilang dia ‘benci’ sama lagu Chantal. Nyatanya, sesudah mendengar keseluruhan lagu itu, dia malah jadi suka banget. Itu versi cerita Eko. Beda lagi dengan cerita Teh Rose (mentor saya) yang merasa pilu dengan lirik lagu Leaving on the Jet Plane. Teh Rose bukanlah gadis kelahiran Bandung, dia hijrah ke kota ini karena kepentingan pekerjaan kedua orang tuanya. Sebagai junior dan senior, wajar bila kami memang sangat blak-blakan tentang cerita-cerita pribadi kami. Saya perhatikan gerak geriknya yang tidak seceria ketika awal acara pembukaan. Saya jadi merasa bersalah juga karena telah memilih lagu Chantal.

Seusai acara, kami curhat-curhatan ala ABG hehehehe.. She was sad by remembering her late boyfriend, then she cried out loud. Jadi inget sama film ‘Ghost’, tapi itu kan fiksi. Tapi saya senang bisa menjadi pendengar yang ada untuk mendengarkan isi hati Teh Rose, a shoulder to cry one for her.

Oke, kembali ke masa pemerintahan bapak SBY dengan slogannya ‘Bersama Kita Bisa’ .. Memang, sekarang saya juga sedang mengikuti les piano. Hanya setelah saya pertimbangkan kembali, les piano akan saya stop dan mulai beralih pada instrumen gitar. Dasar penguasannya cukup saya pahami juga. Selain itu, saya pikir gitar lebih membumi. Ditambah biaya untuk mengikuti les gitar klasik gak semahal les piano. (ceritanya ngirit nih bu….hehehehe)

« Newer Posts - Older Posts »